QnA Kenapa Hatiku Mudah Kecewa?

Sesi Tanya Jawab Grup WhatsApp KMO UFA SUMATERA 1 dengan Tema “Kenapa Hatiku Mudah Kecewa?” oleh Devi Riani Nasution

Aulia Miftahurrahma : Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh kak. Ana mau tanya gimana caranya agar kita tidak terlalu larut dalam rasa kekecewaan itu. Lalu bagaimana kita bangkit dari rasa tersebut agar tidak berlarut-larut ?

Jawaban 1:

Waalaikumusalam Warahmatullahi Wabarokatuh Ukh Aulia, Ikhlaskan hati dalam menjalani segala suatunya karena Allah. Dan mengenal lebih lagi tentang hakikat dunia yang Sementara ini. Segalanya sementara : Sedihnya, Kecewanya, Happy nya cuma sementara. Dan tidak ada yg beruntung di dunia ini kecuali orang yang BERTAQWA. Bangkit yuk, semakin dekat sama Allah. Bersyukur Ketika Senang, Bersabar ketika mendapatkan musibah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin, bila ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu merupakan kebaikan baginya serta bila ia tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

 

Khadijah Azzahra : Assalamu’alaikum kak Devi, Ana mau tanya kak, Tentang kecewa, cara paling ampuh untuk menghilangkan rasa kecewa itu harus gimana kak.. Karena kadang kecewa itu bukan berasal dari seseorang saja, tapi bisa berasal dari diri sendiri,. Dan satu lagi kak, kalo kita memang sedang kecewa sama seseorang, iya seperti yang kk bilang tadi bahwa kita terlalu berharap, gimana kak agar kita tidak terlalu berharap (bergantung) pada seseorang kecuali Allah?

Syukron ilmunya kak🌹

Jawaban 2:

Waalaikumusalam Warahmatullahi Wabarokatuh Ukh Khadijah. Cara kita berharap bukan kepada manusia tapi hanya kepada Allah adalah dengan BERTAQWA (Taat kepada perintah Allah, Menjauhi Larangan Allah). Dalam kehidupan kalo kita udah bergantung terus sama Allah, Insya Allah hanya keajaiban menuju keajaiban selanjutnya yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Dan kita juga harus paham bahwa semuanya terjadi atas izin Allah, jadi nggak perlu sedih apalagi kecewa dengan diri sendiri 🙂 Semoga ini menjadi penyemangat kamu khususnya, dan juga Sahabat Ufa Sumatera Umumnya. Kuncinya Sukses dalam kehidupan ini = Paham Agama. Belajar Ilmu Agama. Sesuai Alquran & Hadist.

 

Feby Prigola : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kak devi. Disaat seseorang kecewa dan menyalahkan takdir Allah. Apakah Allah akan murka terhadap orang tersebut?

Jawaban 3:

Waalaikumusalam Warahmatullahi Wabarokatuh. Iman kepada takdir Allah sangat penting Ukh feby sayang.

Wahai anakku! Sungguh kamu tidak akan bisa merasakan lezatnya iman, dan tidak akan mencapai kebenaran hakekat ilmu terhadap Allâh, sebelum kamu meyakini takdir yang baik dan yang buruk. Anaknya bertanya, “Wahai bapakku, bagaimana aku mengetahui takdir yang baik dan yang buruk?” Beliau menjawab, “Kamu mengetahui bahwa apa yang telah ditakdirkan tidak menimpa dirimu pasti tidak akan menimpamu, dan apa yang telah ditakdirkan menimpa dirimu pasti tidak akan meleset. Wahai anakku, aku telah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya pertama kali yang diciptakan Allâh adalah pena, kemudian Allâh berfirman kepadanya: “Tulislah!”. Maka terjadilah semenjak saat itu dengan apa yang terjadi sampai hari kiamat. Wahai anakku, jika kamu mati tidak dalam keyakinan seperti ini, kamu pasti masuk neraka.
[HR. Ahmad, no. 22705; Dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth]

Bahaya menyalahkan takdir Allah -> https://almanhaj.or.id/9590-bahaya-mengingkari-taqdir.html

 

Mutia Lara : Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Bismillah, gini kak Gimana jika kita sudah gantung kan harapan kita sama Allah,dan kita yakin Allah itu akan kabulkan dengan kekuatan doa selalu,dan akhirnya harapan kita itu tidak sesuai dengan kenyataan,itu gimana cara kita menyikapinya kak,mohon penjelasannya.

Jawaban 4:

Waalaikumusalam Warahmatullahi Wabarokatuh, Sabarrr ukh mutia lara Baca Caption ini ya Silahkan di Klik https://www.instagram.com/p/B2q02EBlM1M/?igshid=pd2jxhlgb58o.

 

Khoiriyah : Bagaimana cara menyucikan hati, agar setiap ibadah, setiap pekerjaan, hanya untuk mencari ridho Allah, bukan karna pujian manusia, agar tidak berharap pada manusia dan menghindari rasa kecewa pada manusia.

Jawaban 5:

Bertaubat, Khauf (Takut Sama Allah) kalo kita takut sama Allah kita bakal semakin mendekat kepada Allah.  Rekomendasi buku yang keren banget untuk belajar membersihkan hati judul bukunya Tazkiyatun Nafs Penulisnya Dr. Ahmad Farid. Fokus kepada apa yg menjadi tugas kita, jangan pikirkan hal yg bukan tugas kita. Inilah kebebasan. Kita manusia pada dasarnya emang gak suka dibenci gitu yah, “Tugas kita berusaha untuk gak dibenci”. Nah soal ada orang yg benci kita (ini gak perlu dipikirin karena ini bukan tugas kita). Soal pujian ini adalah dusta kehidupan, Lakukan segala suatu halnya hanya karena Allah.

 

Santri Pratiwi : Sebelumnya syukron atas materi nya kak Devi, Bagaimana cara terbaik menenangkan hati yang sedang kecewa? 🙁

Jawaban 6:

Baca Alquran :*, Coba yuk di putar voice noteku, dan dibaca juga jawaban dr pertanyaan sahabat UFA lainnya, karena masih berkaitan. Ketika harapan gak sesuai realita, dedep coba untuk selalu bersyukur, dan mencoba menjabarkan banyaknya nikmat Allah. Yg sebenernya emang gak bisa dijabarin -.- saking banyaknya, Bisa nafas, bisa melihat, bisa mendengar, jalan, bisa makan… Dll. Diam sejenak dan mensyukuri nikmat Allah, bener bener bersyukur gt disini bener” lega dan tenang hati. Syukur, Sabar, Ikhlas… praktek, biar ngefek 🙂 Insya Allah.

 

Melinda : sebelumnya syukron atas materinya kakak devi💕💞 gini kak, ana dulu pernah berharap banget pada seseorang, sampai akhirnya ana di kecewa in, ana sempat murung karna gak terima kak, Bagaimana sih kak caranya supaya kita gak terlalu berharap kepada seseorang dan mengurangi rasa kecewa?

Jawaban 7:

(Al Fatihah Ayat 5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

 

Silvi a.k : assalamualaikum ka dev, syukron sebelumnya atas ilmu yg telah disampaikan dan sangat bermanfaat sekali bagi saya . saya mau tanya kebetulan saya baru lulus tahun 2019 ini, dan sedang proses untuk mencari kerja tapi setlah beberapa kali sya mencoba melamar kebeberapa perusahaan selalu blm ada panggilan, dan kebetulan didaerah rumah saya ada tempat percetakan al-qur’an saya ingin sekali keterima disitu. saya ingin sekali bekerja tapi yg tidak sedikitpun menjauhkan saya dari Allah yg waktunya agak longgar untuk melaksanakan ibadah tapi sampai skrng pun blm ada panggilan, kebanyakan loker seperti spg atau bahkan yg perputaran ribanya sangat besar tapi gajinyapun lumayan besar saya sempat tergoda tapi saya memikirkan lagi jangka panjangnya seperti apa karna itu saya benar² ingin menjauhi perkara tersebut. saya merasa putus harapan apa mungkin dosa saya di masalalu yg menyebabkan rezeki saya menjadi tersumbat? dan bagaimana cara kita untuk menggantungkan harapan selalu kepada Dia yg MahaKaya ? bagaimana caranya supaya tidak ada keraguan sedikitpun bahwa Allah telah memberikan rezeki kepada manusia sesuai porsinya.

Syukron jazakillah khoir ka devi

Jawaban 8 :

Waalaikumusalam. Yakin / Percaya kalo Allah Maha Kaya. Kalo kita yakin hal itu pilihan kita cuma ada 2 silvi : 1. Kaya, 2. Kaya Banget. Bertaqwa Libatkan Allah setiap segala urusan kita. Allah itu kasih rezeki yg tidak di sangka-sangka kepada orang yg bertaqwa – QS. Ath Tholaq: 2-3, Bukan ke orang yg kerja keras.

 

 

Sesi Tanya Jawab Grup WhatsApp KMO UFA SUMATERA 2

 

Winni Oktavia : Assalamualaikum ustadzah, Bagaimana caranya menghindari diri dari rasa kecewa dan Bagaimana caranya mengobati rasa kecewa tersebut?

Jawaban 9:

Menghindari kecewa = Gantunggakan semua harapan dan keinginan kepada sang Pemberi Harapan Sesungguhnya, Yaitu tuhan kita Allah.

Desma : Assalamualaikum ustadzah, Misalkan kita udah berusaha dengan sungguh sungguh untuk mendapatkan sesuatu tetapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yg kita harapkan dan akhirnya kita kecewa.. Gimana solusinya ustadzah agar kita tidak berlarut dalam kekecewaaan.

Jawaban 10:

Boleh tau sesuatu itu apa? Jika sesuatu itu adalah hal yg nggak membuat kamu dekat dengan Allah. Maka itu bukan tujuan yg sebenarnya, melainkan tujuan dunia. Ukh desma bener” harus paham hakikat dunia itu apa: sementara, dunia terlaknat, kenikmatan dunia sedikit, dll. Jadi santai aja 😉

Mu’atin : kak, jadi bagaimana sikap kita agar tidak mengecewakan orang lain ? Jazakillahu khayran

Jawaban 11:

Emang kamu merencanakan apa untuk orang lain? Ingat, kalo kamu merencanakan sesuatu hal yg emang kamu harepin pahala dr Allah. Insya Allah gak ada kata kecewa disitu. Dan fokus aja ke tugas kita = mengusahakan untuk selalu membuat senang /membahagiakan orang lain. udah stop disitu. Masalah ada orang yg nggak seneng juga, padahal mah kita udah berusaha bikin seneng. di titik ini bukan tugas kita untuk mikirin yah dia kecewa gak yah sama kita , dia seneng kan yah dll. (dan emang seharunya kita gak perlu mikirin soal ini). Lakukan segala sesuatunya karena Allah.

Nurhayati : kak,gimana caranya agar kita tidak berkepanjangan jika sedang kecewa terhadap sesuatu?

Jawaban 12 :

Ukh Nurhayati disini harus bersifat dewasa, jika masih kekanak-kanakan bakal lama bahkan terus dalam kekecewaan tersebut. Dewasa disini adalah orang yang bisa mengatur kapan dia marah, sebesar apa dia marah, dan pada siapa di marah. Dan belajar menyederhanakan hidup, yg tidak terlalu penting di urus, gak usah diurus. harus paham skala prioritas. 😉

imroatun : assalamualaikum kak, ketika kota berharap kepada Allah swt, tetapi kenyataan nya itu tidak sesuai gitu. Apa itu di sebut kecewa atas apa yg Allah berikan? Kan seperti yg kakak bilang tadi, bahwa ketika kita berharap kepada Allah maka kita tidak akan pernah kecewa.

Jawaban 13:

Sabarrr… Klik ini ya https://www.instagram.com/p/B2q02EBlM1M/?igshid=pd2jxhlgb58o

Siti Maesaroh : Kaka misal kita kan udah pernah kecewa karena manusia. Trs kekecewaan itu di jadiin pembelajaran buat nantinya. Tapi kesannya karena masalalu yg kecewa itu bawaannya kalo ada orang baru muncul dengan latar belakang yg hampir sama dg orang yg pernah bikin kecewa tuh rasanya jadi suudzon trs. Padahal kita kan gak boleh melihat masalalu orang lain. Manusia kan gak ada yg sempurna. Gimana dong ka? Kaya ada trauma gitu.

Jawaban 14:

Itu karena hati & pikiran kamu yg emang mau trauma / takut hal itu. emang tujuan kamu itu. tujuan kamu disini pengen trauma. Kek misal nih, ada orang yg nyenggol spion mobil kita. padahal mah gak ngapa-ngapah. eh si pemilik mobil marah, nggak karuan padahal kan dia bisa nggak marah. tinggal jalan aja aturan, selesai urusan. ngapain buang” waktu buat marah. karena emang tujuan orang itu marah kan. dan alatnya itu orang nyenggol spion mobil.

Tujuan kamu disini emang mau trauma. nah maka nya menjadi alat ( Latarbelakang orang yg sama yg pernah ngecewain). Belajar menyederhanakan hidup yuk, dan lagi-lagi harus tau mana yg emang harus dipikirkan, dan mana yg emang seharusnya nggak sama sekali dipikirin. 🙂

Barakallahu Fiikuna Sahabat-Sahabat Ufa Sumatera 1 & 2

_____

PENUTUP

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Subhaana kallaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika”

Artinya:

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu.”