Daftar Haji dan Umrah Dulu Saja, Beli Rumah Tidak Termasuk Rukun Islam

“Dan sungguh balasan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mereka bertaqwa” (QS. Yusuf: 57).

Jika punya uang saya ingin beli rumah, dan daftar haji. Mana ya yang di dahulukan? Kalau beli rumah duitnya masih kurang, sekarang aja masih ngontrak. Tapi kalau untuk daftar haji cukup. Kira-kira saya kumpulin duit dulu sampai cukup beli rumah, setelahnya baru daftar haji. atau gimana ya?

Seseorang yang memiliki dana yang cukup untuk berangkat haji hendaknya segera berangkat haji / daftar haji, walaupun belum memiliki rumah. Semoga dengan ia mengurungkan maksudnya untuk membeli rumah demi berangkat haji, akan jadi sebab digantinya rezeki lain yang lebih baik oleh Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sungguh, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza Wa Jalla, kecuali Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari sesuatu itu bagimu” (HR Ahmad 23074, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/734).

Mungkin terkesan aneh oleh sebagian orang yang melihat tentang prioritas kami. Ya, meski kita tahu bahwa prioritas hidup manusia ini memang berbeda, gitu ya. Karena tergantung kebutuhan/keperluan setiap orang tidak selalu sama. Hal yang lebih kami dahulukan, nggak sedikit juga yang ngata-ngatain kita 😀 (slow aja dah cuma kata). “Devi mah aneh rumah masih ngontrak tapi malah beli mobil.” (Mobil bagi kami kebutuhan, bukan keinginan) dan saat itu duit kami hanya cukup membeli mobil, emang ada rumah yang harganya 100 juta di kota bekasi? (Juni 2018)

Setelahnya mentor bisnis tahu bahwa kami sudah memiliki mobil, dan beliau bilang “Dev, next umrah lah… kamu punya mobil masa belum umrah.” nyesek sejadi-jadinya -,-. Setelah itu pikiran langsung terfokus kepada umrah / haji. Dari situ masih bingung juga menentukan, daftar haji dulu, apa umrah dulu yah. Pak suami bilang utamakan daftar haji dulu aja yang, setelahnya baru kita buat target untuk umrah. Baiklah, manut suami 🙂

Baca ini juga ya: Daftar Haji, Umrah Dulu atau Punya Rumah?

Alhamdulillah atas izin Allah 22 Juli 2019 kami bisa daftar haji dan Insya Allah waktu tunggunya 18 tahun (2037). Lama ya, Semoga Allah izinkan, maka nanti usia dedep 44 tahun. Dan berapa usia anak dedep saat itu yah. Hehe… Semoga Allah izinkan dedep dan suami menjadi orangtua yang sholeh dan sholehah biar bisa bimbing anak jadi sholeh dan sholehah. Aamiin Qodarullah, kami sudah menikah 2,5 tahun belum juga di titipkan anak oleh Allah. Mohon doanya untuk ini ya teman-teman 🙂

Terlebih dalam ibadah haji, ada kesempatan besar untuk memperoleh ijabah doa, jadi bisa ya minta sama Allah untuk dimudahkan dalam hal kecil seperti memiliki rumah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumrah, mereka adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, dan mereka pun ternyata memenuhi panggilan Allah itu. Jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah kabulkan” (HR. Ibnu Majah 2357. dihasankan Al Albani dalam Shahih Ibni Maajah).

Namun teman-teman dedep soal ini, lakukan segala sesuatunya hanya karena Allah. Mintalah keselamatan, ampunan, dijauhkan dari siksa api neraka. Rugi banget kalau ngelakuin ibadah tapi tujuannya dunia. Dedep mah percaya banget sama sabda rasulullah, kejar aja akhirat, dunia bakal dateng sendiri dalam keadaan hina.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

Saudara yang mengetahui kita sudah daftar haji, “Devi mah bodoh rumah masih ngontrak malah daftar haji.”. Setelah daftar haji. “Udah dev, abis ini kamu fokus ngumpulin buat beli rumah dulu yah (Nasehat keluarga, dan saudara)“.

Sabtu, 31 Agustus 2019 ke kajian Ustad Muhammad Nuzul Dzikri, LC di Masjid Nurul Iman, Blok M. Beliau menekankan, “Rugi kalau selama di dunia ini kita nggak bisa berdoa di tempat terbaik Masjidil Haram. Disana itu bener-bener ngerasain materi harta itu bukan segalanya. Iman, ketaqwaan, kejujuran segalanya. Ada value disana tentang keinginan akidah, tentang iman, tentang ketawakalan kepada Allah. Harus punya tekad kesana, minta sama Allah. Jangan ngarepin gratisan, hadiah, ngarepin manusia. minta sama Allah.”

Dari situ terngiang-ngiang terus ucapan ustadz nuzul, Alhamdulillah awal september Allah kasih rezeki kami dengan sigap langsung memutuskan untuk daftar umrah. 07 September 2019 kami langsung mendatangi salah satu travel umrah sesuai sunnah di daerah Jakarta Selatan. Oh ya, sehari sebelumnya duit masih kurang 2 juta :D, berhubung lagi belajar minimalis kita lagi ngurang-ngurangin barang yang nggak dibutuhin. Bertepatan banget sama hari kita mau dateng ke kantor travel itu. Tv laku 2,1 juta 😀 Pas banget, Masya Allah. Kita langsung daftar Umrah + Dp 2 Orang 20 Juta. Soal ini menarik juga kayaknya kalau bikin tulisan judulnya, “Minimalis Jadi Umrah” Hehe..

Niatnya 7 November 2019 kami berangkatnya. Qodarullah di bulan november kami ada ujian di perkuliahan kami. Alhamdulillah, kami kuliah Jurusan Hafalan Qur’an. Insya Allah kami umrah di bulan januari 2020.

Insya Allah, Saya akan bahas lebih detail lagi soal bagaimana baiknya memprioritaskan kehidupan dalam ISLAM.
Doakan teman-teman biar dedepnya semangat terus untuk menulis, Semoga bermanfaat 🙂

Ibnul Qayyim berkata,
“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.”